Rabu, 21 Februari 2018

Beasiswa ke China

Kabar gembira bagi para mahasiswa yang berminat untuk melanjutkan study nya ke China. Saat ini pemerintah China sedang giat-giatnya memberikan bantuan beasiswa bagi mahasiswa asing (termasuk Indonesia) untuk study di China, dengan tujuan untuk meningkatkan kerjasama antara negara di berbagai sektor.

Untuk Indonesia, pemerintah China membuka pintu selebar-lebarnya untuk study di negara tersebut. Bantuan beasiswa yang ditawarkan oleh pemerintah China kepada Indonesia berlaku untuk jenjang pendidikan S1, S2 dan S3. Bentuk beasiswa nya ada 2 yaitu pendidikan umum untuk program non-gelar (biasanya untuk program student exchange) dan pendidikan senior yang diperuntukkan bagi para staff pengajar atau peneliti yang berminat untuk mengambil study lanjutan di negara China.

Pada saat ini beasiswa dari pemerintah China memberikan kesempatan untuk study di 279 universitas di China dengan 12 bidang pilihan yaitu ekonomi, hukum, pendidikan, sains, kedokteran, teknik, manajemen, pertanian, sastra, filsafat, seni dan sejarah.

Kursus bahasa akan diberikan untuk mahasiswa asing yang belum dapat berbahasa Mandarin. Kursus akan dilaksanakan di universitas dimana mahasiswa asing itu akan study dengan biaya ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah China. Jangka waktu kursus bahasa Mandarin yang diberikan adalah 1 tahun.

Perlu diketahui beberapa universitas di China saat ini juga sudah mengadakan kerjasama dengan universitas-universitas di Indonesia misalnya: Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dsb.

Silahkan lihat video clip "top 10 best university in China 2018".


                                         (sumber: youtube)

Selamat mendaftar semoga berhasil. (IHW)

Rabu, 14 Februari 2018

Cara menyetarakan ijazah luar negeri

Ex mahasiswa-mahasiswa saya yang baru saja menyelesaikan study lanjut mereka di luar negeri, banyak yang e-mail atau telpon untuk menanyakan cara menyetarakan ijazah luar negeri mereka. Terutama bagi mereka yang ingin bekerja sebagai akademisi atau bekerja di berbagai institusi pemerintah termasuk BUMN (Badan Usaha Milik Negara)

Pada tulisan ini saya bagikan pengalaman pada waktu hendak menyetarakan ijazah S2 saya beberapa tahun yang lalu. Sebetulnya alur yang harus dilalui cukup sederhana dan kalian bisa langsung datang sendiri untuk memohon penyetaraan ijazah. Kemenrisetdikti saat ini sudah menyediakan suatu proses yang mudah bagi lulusan luar negeri untuk penyetaraan ijazah mereka, plus tidak dibutuhkan dana untuk proses itu alias gratis.

Yang harus kalian lakukan pertama kali adalah buka komputer anda yang tersambung dengan internet, search website kemenristekdikti. Setelah masuk ke website yang dimaksud, silahkan kalian untuk mengikuti langkah berikut:

Pertama, registrasi pada halaman ijazah luar negeri untuk mendapatkan username dan password.

Kedua, setelah mendapatkan username dan password silahkan login

Ketiga, pemohon diminta untuk mengisi borang pendaftaran di halaman ijazah luar negeri (kalau kalian bingung bagaimana cara mengisinya), silahkan klik tombol panduan di header halaman ijazah luar negeri disitu akan muncul 2 pilihan form pengisian dan video pengisian, silahkan pilih sendiri yang anda mau.

Keempat, setelah selesai mengisi borang pendaftaran kalian akan diminta untuk mengantarkan dokumen asli dan copy nya ke ditjen dikti di lt.7

Kelima, verifikasi keabsahan dokumen anda akan dilakukan oleh staff dikti yang berada di tempat itu. Biasanya tidak dibutuhkan waktu lama untuk memverifikasi kecuali kalau pada hari itu jumlah pemohon yang datang cukup banyak. Bila ada yang tidak lengkap kalian diminta untuk melengkapi terlebih dahulu, tetapi bila dokumen anda sudah dianggap lengkap maka langkah selanjutnya adalah

Check apakah perguruan tinggi tempat anda belajar di luar negeri sudah pernah disetarakan atau belum.

A.Kalau sudah pernah disetarakan maka dikti akan mencetak SK (Surat Keputusan) penyetaraan ijazah luar negeri untuk anda.

B.Bila belum pernah disetarakan maka berkas akan diberikan kepada tim penilai yang sudah dipilih. Tim penilai memiliki wewenang untuk menilai apakah ijazah luar negeri anda dapat disetarakan, akan dipertimbangkan lebih lanjut, atau ditolak untuk disetarakan (tentunya dengan berbagai pertimbangan yang matang dan mendalam).

Bila ijazah luar negeri anda dianggap sah untuk disetarakan maka SK akan dicetak, bila dinyatakan akan dipertimbangkan lebih lanjut biasanya kalian diminta untuk melengkapi beberapa dokumen terlebih dahulu, kalau ditolak maka kalian akan menerima surat resmi dari dikti.

Dalam kondisi normal, dari saat kalian serahkan dokumen untuk diverifikasi sampai selesai penilaian hanya membutuhkan waktu sekitar 7 hari saja.

Itulah proses penyetaraan ijazah luar negeri. Tidak sulit bukan? (IHW)







Senin, 05 Februari 2018

Test masuk perguruan tinggi di US

Nah sampai juga kita pada pembahasan tentang topik yang menarik ini. Terus terang US masih merupakan tujuan banyak orang di dunia, termasuk mahasiswa-mahasiswa saya yang sudah lulus kuliah dan mau melanjutkan study mereka ke jenjang yang lebih tinggi lagi.

Banyak dari mereka yang datang ke saya bukan saja untuk minta surat referensi (karena kebanyakan universitas di luar negeri minta surat referensi untuk calon mahasiswanya terutama dari dosen yang pernah membimbingnya), tetapi juga minta informasi tentang test-test yang menjadi prasyarat untuk masuk ke perguruan tinggi yang mereka ingini di US nantinya. Kebanyakan dari mereka menanyakan tentang test TOEFL, GMAT, GRE, LSAT, MCAT.

Nah dengan tulisan ini saya hendak menjelaskan secara singkat tentang perbedaan antara masing-masing test diatas itu

TOEFL (Test of English as a Foreign Language)
Ini yang paling popular di Indonesia saat ini, saya rasa hampir semua mahasiswa yang punya keinginan untuk melanjutkan study ke luar negeri pasti pernah mendengar tentang test ini. TOEFL sesuai dengan namanya adalah test kemampuan berbahasa English untuk siswa International yang bahasa ibunya bukanlah bahasa English. Kepopuleran test TOEFL membuat test ini tidak hanya digunakan untuk masuk perguruan tinggi di US, tetapi juga dipergunakan oleh perguruan-perguruan tinggi di negara lain yang memakai bahasa pengantar bahasa English seperti di Canada, Australia, New Zealand dan Singapore. Test biasanya berlangsung sekitar 3 ke 4 jam, adapun yang di uji adalah kemampuan untuk membaca, mendengar, menulis dan berbicara dalam bahasa English.

GMAT (Graduate Management Admissions Test)
Pada umumnya GMAT dijadikan salah satu test wajib bila kalian mau mengambil jurusan bisnis di US, terlebih bila mau mengambil MBA (Master of Business Administrations). Test akan berlansung sekitar 3,5 jam. Adapun materi yang diujikan menyangkut kemampuan menganalisa persoalan, kemampuan quantitative dan kemampuan verbal dari para calon siswa.

GRE (Graduate Record Examinations)
Test yang paling banyak digunakan sebagai prasyarat penerimaan mahasiswa baru dari segala jurusan termasuk juga di business school untuk tingkat Master, MBA, maupun Doktoral. Test biasanya berlangsung sekitar 3 jam 45 menit. Adapun yang diuji dalam test ini adalah kemampuan berpikir secara verbal, kemampuan berpikir secara quantitative, kemampuan berpikir secara kritis dan kemampuan berpikir analitik.

LSAT (Law School Admissions Test)
LSAT adalah prasyarat utama untuk setiap calon mahasiswa yang berkeinginan untuk mengambil Law School di US. Test akan memakan waktu sekitar 3.5 jam. Tujuannya adalah untuk mengetahui kemampuan siswa dalam mengikuti pelajaran di Law School terutama dalam semester awal. Hal ini diperlukan untuk meminimumkan risiko kegagalan pada saat siswa berkuliah di jurusan Law ini.

MCAT (Medical College Admissions Test)
Test yang digunakan oleh semua Medical School di US untuk memprediksi tingkat keberhasilan dari calon siswa bersangkutan di bangku kuliah nantinya. Test berjalan selama 3 jam untuk menguji kemampuan calon siswa dalam memecahkan persoalan, berpikir logis kritis, dan menganalisa laporan secara analitik.

Itulah beberapa test yang biasa digunakan bila kalian mau mendaftar untuk masuk perguruan tinggi di US, baik untuk tingkat undergraduate, master, ataupun doktoral.

Bila masih belum cukup jelas penjelasan secara tertulis saya hari ini, bisa beli saja buku nya di ebiebooks. (IHW)






Jumat, 02 Februari 2018

System pendidikan di Singapura

Saya tertarik untuk menulis artikel singkat tentang "system pendidikan di Singapura", karena belakangan ini trend untuk sekolah atau kuliah ke negeri Singa itu semakin meningkat pesat di kalangan masyarakat menengah ke atas di Indonesia. Selain jaraknya yang relative dekat dengan negara kita, iklim yang tidak jauh berbeda, juga dikarenakan mutu dari pendidikan di Singapura yang sudah terbukti di dunia international.

Sebagai seorang guru secondary di sebuah sekolah international, saya sering mendapatkan pertanyaan dari siswa-siswi saya tentang melanjutkan study di Singapura. Maka saya sekarang mencoba untuk menjawab rasa keingintahuan mereka tentang study di Singapura.

System pendidikan di Singapura sebetulnya tidak rumit, asal kita mengikuti alurnya dengan benar pasti akan memahami pola mereka.

System pendidikan dasar di Singapura dinamakan sebagai Primary School (6 tahun = setingkat SD di Indonesia), setelah menyelesaikan level Primary maka siswa akan melanjutkan ke Secondary School yang memiliki 2 pilihan yaitu Secondary 4 tahun (SMP 3 tahun + SMA 1 tahun ) dan Secondary 5 tahun (SMP 3 tahun + SMA 2 tahun). Bila anda masuk Secondary 4 tahun setelah lulus akan diberikan certificate "O" level, sedang bila anda masuk Secondary 5 tahun bila lulus akan mendapatkan certificate "N" level. Siswa yang masuk dalam program Secondary 4 pada umumnya memiliki nilai standard di atas siswa yang dimasukkan dalam Secondary 5.

Certificate "O" level memiliki standard yang lebih tinggi dari certificate "N". Pemegang certificate "O" dapat melanjutkan ke mana saja mereka mau untuk mendaftar, sedang pemegang certificate "N" hanya dapat melanjutkan ke Polytechnic.

Lulusan Polytechnic di Singapura setara dengan pemegang Diploma-1 di Indonesia. Pemegang certificate Polytechnic di Singapura memiliki kesempatan untuk melanjutkan kuliah ke Universitas dengan jurusan yang linear. Bila nilai mereka dianggap mencukupi dan subject yang diambil ada di syllabus universitas yang menjadi tujuan mereka, ada kemungkinan untuk dapat diterima di tingkat 2 Universitas.

Pemegang certificate "O" dapat melanjutkan ke program foundation di beberapa perguruan tinggi di luar negeri seperti US, UK, Australia, dsb atau mengambil Junior College (setara dengan kelas 2 + 3 SMA di Indonesia). Mata kuliah yang diberikan di Junior College setara dengan mata kuliah tahun pertama di universitas. Bila mereka berhasil lulus dari Junior College, maka berhak mendapatkan certificate "A" level. Dengan certificate "A" level mereka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk masuk ke universitas negeri di Singapura. Bagi siswa Junior College yang nilainya kurang baik, dapat mengulang (re-take) atau mengambil jalur poly untuk menuju ke universitas, biasanya harus dimulai dari tahun 1 lagi.

Bagi siswa Indonesia yang mau melanjutkan study di Singapura disarankan untuk mengambil Secondary 4  di Indonesia guna mendapatkan certificate "O" level, setelah itu bisa mengambil program Pre-Uni selama kurang lebih 16 bulan di Jakarta, dilanjutkan 9 bulan di universitas di Singapura untuk mendapatkan gelar kesarjanaan nya. Cukup menghemat biaya bila anda mau menggunakan system ini.


Itulah system pendidikan Singapura, pahami dengan baik sebelum anda memutuskan untuk berangkat study ke sana. (IHW)

Kamis, 01 Februari 2018

Cara mendapatkan beasiswa ke luar negeri

Banyak mahasiswa saya yang punya cita-cita setelah lulus kuliah ingin melanjutkan study ke luar negeri. Terkadang masalah utama mereka adalah pada dana, karena kita tahu untuk kuliah ke luar negeri itu tidak murah.

Alternative pemecahan masalah di atas adalah dengan menggunakan program beasiswa. Ada beberapa langkah yang harus dipersiapkan untuk mendapatkan program beasiswa seperti

Motivasi yang kuat, motivasi adalah modal pertama kalau minat untuk study ke luar negeri. Tanpa motivasi yang kuat tidak mudah untuk mengambil keputusan untuk berangkat ke luar negeri. Perlu diketahui tantangan hidup sendiri di luar negeri tidaklah mudah, kalau biasanya anda selalu di back up orang tua atau saudara di rumah nah sekarang saatnya anda untuk belajar hidup mandiri di negeri orang. Kalau motivasi anda sudah kuat, akan lebih mudah bagi anda untuk mencoba mengambil program beasiswa termasuk melalui test-test yang akan diperhadapkan kepada anda. Ingatlah persaingan dalam mendapatkan beasiswa cukup berat jadi perlu persiapan yang matang.

Pikirkan anda mau belajar di negara mana, memilih negara untuk belajar sangatlah penting. Bila anda ingin belajar teknik biasanya Jerman menjadi prioritas, bila tertarik pada bisnis maka Amerika bisa jadi pilihan, bila mau belajar perhotelan Swiss banyak dituju, kalau yang sedang "hot" saat ini adalah study di China. Singapore juga banyak diminati oleh mahasiswa Indonesia.

Tentukan jurusan apa yang anda minati dan di universitas mana anda hendak belajar, ketika anda hendak memutuskan mengambil program beasiswa sebaiknya pastikan dulu jurusan apa yang akan anda ambil, pertimbangkan baik-baik keputusan anda jangan sampai salah memilih jurusan karena bisa merepotkan anda sendiri nantinya. Setelah jurusan anda tentukan, mulailah mencari universitas mana yang hendak anda pilih, lihat peringkat dari universitas yang anda pilih. Pelajari juga persyaratan dan dokumen yang harus dilengkapi untuk mendaftar di universitas tersebut.

Melengkapi persyaratan yang diminta, Setelah memilih negara, jurusan dan universitas untuk study anda maka langkah selanjutnya adalah melengkapi persyaratan untuk pengajuan mendapatkan program beasiswa. Jangan lupa kelengkapan dokumen dibutuhkan supaya proses pendaftaran tidak terhambat. Biasanya anda akan diminta untuk membuat Curriculum Vitae, surat Referensi (biasanya dari dosen yang membimbing anda di perguruan tinggi), motivation letter (biasa diminta oleh pemberi beasiswa untuk memeriksa motivasi anda), persyaratan kemampuan berbahasa English (TOEFL, TOEIC, IELTS, dsb)

Memilih program beasiswa yang sesuai untuk kondisi anda, Anda harus jeli dalam memilih program beasiswa, karena setiap program beasiswa akan memiliki persyaratan sendiri-sendiri. Pastikan anda memilih program beasiswa yang paling sesuai dengan kebutuhan anda. Perlu diketahui ada banyak program beasiswa, ada yang disponsori oleh negara, perusahaan, universitas, dsb.

Persiapkan diri anda untuk menghadapi test-test, persiapkan diri anda untuk menghadapi test - test yang akan diselenggarakan. Biasanya akan banyak orang yang akan mengikuti test, jadi anda harus siap mental menghadapi kompetisi dalam test yang cukup berat. Satu pesan saya, kalau gagal jangan patah semangat, masih banyak program beasiswa yang lain. Mungkin di sini gagal di tempat lain anda bisa sukses loh.

Bila diterima maka langkah selanjutnya adalah mulai memikirkan dimana anda hendak tinggal di luar negeri, ada beberapa pilihan seperti di dorm, apartment, homestay, dll. Jangan lupa pesan ticket pesawat jauh hari sehingga tidak terlambat tiba di tempat tujuan.

Nah sekian dulu ya tips dari saya untuk mendapatkan beasiswa ke luar negeri. (IHW)