Kamis, 05 April 2018

Mengapa Finlandia diakui memiliki sistem pendidikan terbaik di dunia?

Hi .... ketemu lagi kita di forum ini ya. Oke, sekarang saya mau membicarakan tentang Finlandia. Mengapa Finlandia? Karena Finlandia diakui memiliki sistem pendidikan yang terbaik di dunia saat ini. Banyak para mahasiswa dan siswa saya yang menanyakan tentang Finlandia, tetapi belum bisa saya jawab waktu itu. Karena saya sendiri belum pernah melakukan penelitian tentang hal itu, jadi saya harus kumpulkan dulu artikel-artikel yang terkait untuk menjawab pertanyaan mereka.

Nah kebetulan beberapa hari yang lalu, saya sempat bincang-bincang dengan teman saya yang pernah menjadi seorang guru di salah satu sekolah di Finlandia. Saya pikir ini adalah kesempatan yang baik untuk mendapatkan info dari sumber pertama, bukan cuma dari browsing di internet saja.

Berdasarkan perbincangan kami, akhirnya saya menarik kesimpulan beberapa faktor yang dapat membuat Finlandia menjadi jawara di dunia pendidikan.

Beberapa faktor penting tersebut antara lain adalah

1.Menurut teman saya, sistem pendidikan di Finlandia lebih memfokuskan pada perkembangan mental para siswa secara natural. Sistem pendidikan mereka mendorong para siswa untuk dapat lebih mandiri dan memiliki kemampuan problem solving yang praktis. Mereka tidak diajarkan untuk mengejar nilai dan ranking di kelas, karena yang diutamakan adalah pemahaman mereka atas materi yang diajarkan. Dan itu tidak dapat sama untuk setiap siswa, karena kemampuan setiap orang itu berbeda-beda.

2.Oleh karena setiap siswa memiliki keistimewaan sendiri-sendiri, maka sistem pendidikan di Finlandia tidak menerapkan sistem ranking atau kompetisi. Menurut teman saya, yang lebih dipentingkan adalah kemampuan untuk bekerja sama dalam team. Saya pikir ini hal yang logis, karena pada saat mereka kelak masuk ke dunia kerja maka yang paling dipentingkan justru kemampuan mereka dalam bekerja sama. Karena persaingan dalam kelas, dapat membuat siswa yang kurang mampu menjadi minder dan tersisihkan. Dan itu mengakibatkan dia tidak mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Sedang siswa yang lebih "pintar" juga menjadi tidak mampu untuk memahami kondisi teman yang lain.

3.Pemerintah Finlandia, memberikan batasan seorang anak memasuki sekolah adalah di umur 7 tahun. Hal ini dikarenakan pemerintah memiliki konsep bahwa anak baru siap secara mental untuk mengikuti pendidikan resmi di sekolah setelah dia heresia 7 tahun. Sebelum usia 7, anak masih dalam tahap untuk mengenali lingkungan terlebih dahulu.

4.Sekolah di Finlandia menerapkan sistem 45 menit belajar diselang dengan 15 menit untuk istirahat. Sebagai seorang dosen dan guru, saya melihat hal ini sangat beralasan. Karena pada usia sekolah biasanya tingkat ketahanan seorang anak untuk fokus pada pelajaran adalah antara 30 menit ke 45 menit. Setelah diatas 45 menit biasanya fokus seorang anak sudah berkurang, sehingga perlu diberikan istirahat sejenak sebelum melanjutkan sesi pelajaran selanjutnya.

5.Periode belajar mengajar di sekolah Finlandia juga tidak panjang (hal ini sangat berbeda dengan system pendidikan di negara lain mis: Singapore). Di Finlandia, waktu belajar di sekolah di tingkat SD hanya sekitar 4 sampai dengan 5 jam saja. Sedang untuk tingkat SMP dan SMA, diperlakukan system seperti di Perguruan Tinggi, siswa hanya hadir pada saat pelajaran yang dia pilih saja. Hal ini dapat meningkatkan rasa tanggung jawab mereka terhadap apa yang dipilihnya, selain itu juga dapat meningkatkan produktifitas mereka dalam belajar.

6.Dan yang paling penting menurut teman saya, sistem pendidikan di Finlandia adalah gratis untuk sekolah-sekolah milik pemerintah. Biaya untuk bersekolah di sekolah swasta juga sudah diatur sedemikian rupa sehingga tidak terlalu mahal. Yang penting standar sekolah di Finlandia sudah sama, sehingga orang tua tidak perlu ragu untuk memilih sekolah mana yang baik untuk putra-putrinya.

7.Kualitas guru yang tinggi. Ini yang mengakibatkan kualitas pendidikan di Finlandia menjadi tinggi, selain itu kesejahteraan guru juga sangat diperhatikan. Sehingga guru dapat dengan tenang menjalankan tugasnya di sekolah.

Demikianlah hasil diskusi saya dengan teman yang baru saja balik untuk berlibur dari Finlandia. Semoga tulisan singkat ini bermanfaat bagi yang membacanya. Sampai jumpa di lain kesempatan. (IHW)


Sabtu, 10 Maret 2018

Study ke Jepang

Kita sudah pernah membahas secara ringkas tentang system pendidikan di Singapore dan China beberapa waktu yang lalu.

Sekarang saya akan coba membahas tentang system pendidikan di negeri matahari terbit, Jepang. Karena saya lihat minat mahasiswa saya untuk study ke Jepang cukup tinggi, dan secara kebetulan hari ini saya berjumpa dengan ex mahasiswa saya yang melanjutkan study S2 nya ke Jepang. Dalam pertemuan singkat ini, saya sempat menginterview dia tentang system pendidikan di Jepang.

Menurut ex-mahasiswa saya yang sedang study di Jepang, sebetulnya system pendidikan di Jepang tidaklah jauh beda dengan system pendidikan kita di Indonesia.

System pendidikan Jepang dibagi menjadi 4 level yaitu taman kanak-kanak (2-3 tahun), pendidikan dasar (setara dengan SD 6 tahun), pendidikan menengah (juga 6 tahun yang dibedakan atas SMP 3 tahun dan SMU 3 tahun) dan pendidikan tinggi (tergantung jurusan dan institusi pendidikan yang dipilih).

Setelah lulus pendidikan menengah, siswa di Jepang dapat memilih untuk masuk ke institusi pendidikan tinggi yang mereka minati. Mahasiswa asing dapat mendaftar di 5 jenis institusi pendidikan tinggi yang tersedia di Jepang yaitu

                                          (sumber: Google)

Universitas, pendidikan di tingkat universitas di Jepang membutuhkan waktu sekitar 4 tahunan, terkecuali untuk mereka yang mengambil jurusan kedokteran dibutuhkan waktu lebih lama yaitu sekitar 6 tahunan.

Pasca Sarjana, untuk menyelesaikan program Master (S2) dibutuhkan waktu 2 tahunan, sedang untuk menyelesaikan program Doktoral (S3) butuh sekitar 5 tahunan. Waktu ini dapat bertambah panjang, bila sebelum masuk program Master atau program Doktoral anda diminta untuk mengikuti program matrikulasi terlebih dahulu. Durasi matrikulasi berbeda-beda tergantung dimana anda akan mengambil pendidikan pasca sarjana nya.

Junior College, pendidikan di junior college biasanya dapat ditempuh dalam jangka waktu sekitar 2 atau 3 tahunan. Jurusan yang ditawarkan di junior college biasanya seperti home economics, pendidikan, sosiologi, humaniora, dll.

Akademi Pelatihan Khusus, institusi jenis ini menyediakan jenjang pelatihan ketrampilan kepada para siswa yang sudah lulus dari level pendidikan menengah. Pendidikan ini memiliki durasi antara 1 tahun sampai 2 tahunan.

Pendidikan Teknologi, pendidikan teknologi memberikan pelatihan pada siswa lulusan sekolah menengah pertama selama 5 tahunan.

Di Jepang saat ini juga popular dengan program pertukaran pelajar nya, melalui program ini mahasiswa yang terdaftar di perguruan tinggi di negaranya dapat melakukan perjalanan ke Jepang dan melakukan study banding selama satu tahunan di Jepang. Tujuannya tidak harus untuk mencari gelar, tetapi lebih untuk belajar bahasa dan budaya setempat, selain memperluas jaringan antar siswa di seluruh dunia.

Demikianlah ulasan singkat saya mengenai study ke Jepang. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat terutama bagi anda yang berminat untuk study ke Jepang. (IHW)

Rabu, 21 Februari 2018

Beasiswa ke China

Kabar gembira bagi para mahasiswa yang berminat untuk melanjutkan study nya ke China. Saat ini pemerintah China sedang giat-giatnya memberikan bantuan beasiswa bagi mahasiswa asing (termasuk Indonesia) untuk study di China, dengan tujuan untuk meningkatkan kerjasama antara negara di berbagai sektor.

Untuk Indonesia, pemerintah China membuka pintu selebar-lebarnya untuk study di negara tersebut. Bantuan beasiswa yang ditawarkan oleh pemerintah China kepada Indonesia berlaku untuk jenjang pendidikan S1, S2 dan S3. Bentuk beasiswa nya ada 2 yaitu pendidikan umum untuk program non-gelar (biasanya untuk program student exchange) dan pendidikan senior yang diperuntukkan bagi para staff pengajar atau peneliti yang berminat untuk mengambil study lanjutan di negara China.

Pada saat ini beasiswa dari pemerintah China memberikan kesempatan untuk study di 279 universitas di China dengan 12 bidang pilihan yaitu ekonomi, hukum, pendidikan, sains, kedokteran, teknik, manajemen, pertanian, sastra, filsafat, seni dan sejarah.

Kursus bahasa akan diberikan untuk mahasiswa asing yang belum dapat berbahasa Mandarin. Kursus akan dilaksanakan di universitas dimana mahasiswa asing itu akan study dengan biaya ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah China. Jangka waktu kursus bahasa Mandarin yang diberikan adalah 1 tahun.

Perlu diketahui beberapa universitas di China saat ini juga sudah mengadakan kerjasama dengan universitas-universitas di Indonesia misalnya: Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dsb.

Silahkan lihat video clip "top 10 best university in China 2018".


                                         (sumber: youtube)

Selamat mendaftar semoga berhasil. (IHW)

Rabu, 14 Februari 2018

Cara menyetarakan ijazah luar negeri

Ex mahasiswa-mahasiswa saya yang baru saja menyelesaikan study lanjut mereka di luar negeri, banyak yang e-mail atau telpon untuk menanyakan cara menyetarakan ijazah luar negeri mereka. Terutama bagi mereka yang ingin bekerja sebagai akademisi atau bekerja di berbagai institusi pemerintah termasuk BUMN (Badan Usaha Milik Negara)

Pada tulisan ini saya bagikan pengalaman pada waktu hendak menyetarakan ijazah S2 saya beberapa tahun yang lalu. Sebetulnya alur yang harus dilalui cukup sederhana dan kalian bisa langsung datang sendiri untuk memohon penyetaraan ijazah. Kemenrisetdikti saat ini sudah menyediakan suatu proses yang mudah bagi lulusan luar negeri untuk penyetaraan ijazah mereka, plus tidak dibutuhkan dana untuk proses itu alias gratis.

Yang harus kalian lakukan pertama kali adalah buka komputer anda yang tersambung dengan internet, search website kemenristekdikti. Setelah masuk ke website yang dimaksud, silahkan kalian untuk mengikuti langkah berikut:

Pertama, registrasi pada halaman ijazah luar negeri untuk mendapatkan username dan password.

Kedua, setelah mendapatkan username dan password silahkan login

Ketiga, pemohon diminta untuk mengisi borang pendaftaran di halaman ijazah luar negeri (kalau kalian bingung bagaimana cara mengisinya), silahkan klik tombol panduan di header halaman ijazah luar negeri disitu akan muncul 2 pilihan form pengisian dan video pengisian, silahkan pilih sendiri yang anda mau.

Keempat, setelah selesai mengisi borang pendaftaran kalian akan diminta untuk mengantarkan dokumen asli dan copy nya ke ditjen dikti di lt.7

Kelima, verifikasi keabsahan dokumen anda akan dilakukan oleh staff dikti yang berada di tempat itu. Biasanya tidak dibutuhkan waktu lama untuk memverifikasi kecuali kalau pada hari itu jumlah pemohon yang datang cukup banyak. Bila ada yang tidak lengkap kalian diminta untuk melengkapi terlebih dahulu, tetapi bila dokumen anda sudah dianggap lengkap maka langkah selanjutnya adalah

Check apakah perguruan tinggi tempat anda belajar di luar negeri sudah pernah disetarakan atau belum.

A.Kalau sudah pernah disetarakan maka dikti akan mencetak SK (Surat Keputusan) penyetaraan ijazah luar negeri untuk anda.

B.Bila belum pernah disetarakan maka berkas akan diberikan kepada tim penilai yang sudah dipilih. Tim penilai memiliki wewenang untuk menilai apakah ijazah luar negeri anda dapat disetarakan, akan dipertimbangkan lebih lanjut, atau ditolak untuk disetarakan (tentunya dengan berbagai pertimbangan yang matang dan mendalam).

Bila ijazah luar negeri anda dianggap sah untuk disetarakan maka SK akan dicetak, bila dinyatakan akan dipertimbangkan lebih lanjut biasanya kalian diminta untuk melengkapi beberapa dokumen terlebih dahulu, kalau ditolak maka kalian akan menerima surat resmi dari dikti.

Dalam kondisi normal, dari saat kalian serahkan dokumen untuk diverifikasi sampai selesai penilaian hanya membutuhkan waktu sekitar 7 hari saja.

Itulah proses penyetaraan ijazah luar negeri. Tidak sulit bukan? (IHW)







Senin, 05 Februari 2018

Test masuk perguruan tinggi di US

Nah sampai juga kita pada pembahasan tentang topik yang menarik ini. Terus terang US masih merupakan tujuan banyak orang di dunia, termasuk mahasiswa-mahasiswa saya yang sudah lulus kuliah dan mau melanjutkan study mereka ke jenjang yang lebih tinggi lagi.

Banyak dari mereka yang datang ke saya bukan saja untuk minta surat referensi (karena kebanyakan universitas di luar negeri minta surat referensi untuk calon mahasiswanya terutama dari dosen yang pernah membimbingnya), tetapi juga minta informasi tentang test-test yang menjadi prasyarat untuk masuk ke perguruan tinggi yang mereka ingini di US nantinya. Kebanyakan dari mereka menanyakan tentang test TOEFL, GMAT, GRE, LSAT, MCAT.

Nah dengan tulisan ini saya hendak menjelaskan secara singkat tentang perbedaan antara masing-masing test diatas itu

TOEFL (Test of English as a Foreign Language)
Ini yang paling popular di Indonesia saat ini, saya rasa hampir semua mahasiswa yang punya keinginan untuk melanjutkan study ke luar negeri pasti pernah mendengar tentang test ini. TOEFL sesuai dengan namanya adalah test kemampuan berbahasa English untuk siswa International yang bahasa ibunya bukanlah bahasa English. Kepopuleran test TOEFL membuat test ini tidak hanya digunakan untuk masuk perguruan tinggi di US, tetapi juga dipergunakan oleh perguruan-perguruan tinggi di negara lain yang memakai bahasa pengantar bahasa English seperti di Canada, Australia, New Zealand dan Singapore. Test biasanya berlangsung sekitar 3 ke 4 jam, adapun yang di uji adalah kemampuan untuk membaca, mendengar, menulis dan berbicara dalam bahasa English.

GMAT (Graduate Management Admissions Test)
Pada umumnya GMAT dijadikan salah satu test wajib bila kalian mau mengambil jurusan bisnis di US, terlebih bila mau mengambil MBA (Master of Business Administrations). Test akan berlansung sekitar 3,5 jam. Adapun materi yang diujikan menyangkut kemampuan menganalisa persoalan, kemampuan quantitative dan kemampuan verbal dari para calon siswa.

GRE (Graduate Record Examinations)
Test yang paling banyak digunakan sebagai prasyarat penerimaan mahasiswa baru dari segala jurusan termasuk juga di business school untuk tingkat Master, MBA, maupun Doktoral. Test biasanya berlangsung sekitar 3 jam 45 menit. Adapun yang diuji dalam test ini adalah kemampuan berpikir secara verbal, kemampuan berpikir secara quantitative, kemampuan berpikir secara kritis dan kemampuan berpikir analitik.

LSAT (Law School Admissions Test)
LSAT adalah prasyarat utama untuk setiap calon mahasiswa yang berkeinginan untuk mengambil Law School di US. Test akan memakan waktu sekitar 3.5 jam. Tujuannya adalah untuk mengetahui kemampuan siswa dalam mengikuti pelajaran di Law School terutama dalam semester awal. Hal ini diperlukan untuk meminimumkan risiko kegagalan pada saat siswa berkuliah di jurusan Law ini.

MCAT (Medical College Admissions Test)
Test yang digunakan oleh semua Medical School di US untuk memprediksi tingkat keberhasilan dari calon siswa bersangkutan di bangku kuliah nantinya. Test berjalan selama 3 jam untuk menguji kemampuan calon siswa dalam memecahkan persoalan, berpikir logis kritis, dan menganalisa laporan secara analitik.

Itulah beberapa test yang biasa digunakan bila kalian mau mendaftar untuk masuk perguruan tinggi di US, baik untuk tingkat undergraduate, master, ataupun doktoral.

Bila masih belum cukup jelas penjelasan secara tertulis saya hari ini, bisa beli saja buku nya di ebiebooks. (IHW)






Jumat, 02 Februari 2018

System pendidikan di Singapura

Saya tertarik untuk menulis artikel singkat tentang "system pendidikan di Singapura", karena belakangan ini trend untuk sekolah atau kuliah ke negeri Singa itu semakin meningkat pesat di kalangan masyarakat menengah ke atas di Indonesia. Selain jaraknya yang relative dekat dengan negara kita, iklim yang tidak jauh berbeda, juga dikarenakan mutu dari pendidikan di Singapura yang sudah terbukti di dunia international.

Sebagai seorang guru secondary di sebuah sekolah international, saya sering mendapatkan pertanyaan dari siswa-siswi saya tentang melanjutkan study di Singapura. Maka saya sekarang mencoba untuk menjawab rasa keingintahuan mereka tentang study di Singapura.

System pendidikan di Singapura sebetulnya tidak rumit, asal kita mengikuti alurnya dengan benar pasti akan memahami pola mereka.

System pendidikan dasar di Singapura dinamakan sebagai Primary School (6 tahun = setingkat SD di Indonesia), setelah menyelesaikan level Primary maka siswa akan melanjutkan ke Secondary School yang memiliki 2 pilihan yaitu Secondary 4 tahun (SMP 3 tahun + SMA 1 tahun ) dan Secondary 5 tahun (SMP 3 tahun + SMA 2 tahun). Bila anda masuk Secondary 4 tahun setelah lulus akan diberikan certificate "O" level, sedang bila anda masuk Secondary 5 tahun bila lulus akan mendapatkan certificate "N" level. Siswa yang masuk dalam program Secondary 4 pada umumnya memiliki nilai standard di atas siswa yang dimasukkan dalam Secondary 5.

Certificate "O" level memiliki standard yang lebih tinggi dari certificate "N". Pemegang certificate "O" dapat melanjutkan ke mana saja mereka mau untuk mendaftar, sedang pemegang certificate "N" hanya dapat melanjutkan ke Polytechnic.

Lulusan Polytechnic di Singapura setara dengan pemegang Diploma-1 di Indonesia. Pemegang certificate Polytechnic di Singapura memiliki kesempatan untuk melanjutkan kuliah ke Universitas dengan jurusan yang linear. Bila nilai mereka dianggap mencukupi dan subject yang diambil ada di syllabus universitas yang menjadi tujuan mereka, ada kemungkinan untuk dapat diterima di tingkat 2 Universitas.

Pemegang certificate "O" dapat melanjutkan ke program foundation di beberapa perguruan tinggi di luar negeri seperti US, UK, Australia, dsb atau mengambil Junior College (setara dengan kelas 2 + 3 SMA di Indonesia). Mata kuliah yang diberikan di Junior College setara dengan mata kuliah tahun pertama di universitas. Bila mereka berhasil lulus dari Junior College, maka berhak mendapatkan certificate "A" level. Dengan certificate "A" level mereka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk masuk ke universitas negeri di Singapura. Bagi siswa Junior College yang nilainya kurang baik, dapat mengulang (re-take) atau mengambil jalur poly untuk menuju ke universitas, biasanya harus dimulai dari tahun 1 lagi.

Bagi siswa Indonesia yang mau melanjutkan study di Singapura disarankan untuk mengambil Secondary 4  di Indonesia guna mendapatkan certificate "O" level, setelah itu bisa mengambil program Pre-Uni selama kurang lebih 16 bulan di Jakarta, dilanjutkan 9 bulan di universitas di Singapura untuk mendapatkan gelar kesarjanaan nya. Cukup menghemat biaya bila anda mau menggunakan system ini.


Itulah system pendidikan Singapura, pahami dengan baik sebelum anda memutuskan untuk berangkat study ke sana. (IHW)

Kamis, 01 Februari 2018

Cara mendapatkan beasiswa ke luar negeri

Banyak mahasiswa saya yang punya cita-cita setelah lulus kuliah ingin melanjutkan study ke luar negeri. Terkadang masalah utama mereka adalah pada dana, karena kita tahu untuk kuliah ke luar negeri itu tidak murah.

Alternative pemecahan masalah di atas adalah dengan menggunakan program beasiswa. Ada beberapa langkah yang harus dipersiapkan untuk mendapatkan program beasiswa seperti

Motivasi yang kuat, motivasi adalah modal pertama kalau minat untuk study ke luar negeri. Tanpa motivasi yang kuat tidak mudah untuk mengambil keputusan untuk berangkat ke luar negeri. Perlu diketahui tantangan hidup sendiri di luar negeri tidaklah mudah, kalau biasanya anda selalu di back up orang tua atau saudara di rumah nah sekarang saatnya anda untuk belajar hidup mandiri di negeri orang. Kalau motivasi anda sudah kuat, akan lebih mudah bagi anda untuk mencoba mengambil program beasiswa termasuk melalui test-test yang akan diperhadapkan kepada anda. Ingatlah persaingan dalam mendapatkan beasiswa cukup berat jadi perlu persiapan yang matang.

Pikirkan anda mau belajar di negara mana, memilih negara untuk belajar sangatlah penting. Bila anda ingin belajar teknik biasanya Jerman menjadi prioritas, bila tertarik pada bisnis maka Amerika bisa jadi pilihan, bila mau belajar perhotelan Swiss banyak dituju, kalau yang sedang "hot" saat ini adalah study di China. Singapore juga banyak diminati oleh mahasiswa Indonesia.

Tentukan jurusan apa yang anda minati dan di universitas mana anda hendak belajar, ketika anda hendak memutuskan mengambil program beasiswa sebaiknya pastikan dulu jurusan apa yang akan anda ambil, pertimbangkan baik-baik keputusan anda jangan sampai salah memilih jurusan karena bisa merepotkan anda sendiri nantinya. Setelah jurusan anda tentukan, mulailah mencari universitas mana yang hendak anda pilih, lihat peringkat dari universitas yang anda pilih. Pelajari juga persyaratan dan dokumen yang harus dilengkapi untuk mendaftar di universitas tersebut.

Melengkapi persyaratan yang diminta, Setelah memilih negara, jurusan dan universitas untuk study anda maka langkah selanjutnya adalah melengkapi persyaratan untuk pengajuan mendapatkan program beasiswa. Jangan lupa kelengkapan dokumen dibutuhkan supaya proses pendaftaran tidak terhambat. Biasanya anda akan diminta untuk membuat Curriculum Vitae, surat Referensi (biasanya dari dosen yang membimbing anda di perguruan tinggi), motivation letter (biasa diminta oleh pemberi beasiswa untuk memeriksa motivasi anda), persyaratan kemampuan berbahasa English (TOEFL, TOEIC, IELTS, dsb)

Memilih program beasiswa yang sesuai untuk kondisi anda, Anda harus jeli dalam memilih program beasiswa, karena setiap program beasiswa akan memiliki persyaratan sendiri-sendiri. Pastikan anda memilih program beasiswa yang paling sesuai dengan kebutuhan anda. Perlu diketahui ada banyak program beasiswa, ada yang disponsori oleh negara, perusahaan, universitas, dsb.

Persiapkan diri anda untuk menghadapi test-test, persiapkan diri anda untuk menghadapi test - test yang akan diselenggarakan. Biasanya akan banyak orang yang akan mengikuti test, jadi anda harus siap mental menghadapi kompetisi dalam test yang cukup berat. Satu pesan saya, kalau gagal jangan patah semangat, masih banyak program beasiswa yang lain. Mungkin di sini gagal di tempat lain anda bisa sukses loh.

Bila diterima maka langkah selanjutnya adalah mulai memikirkan dimana anda hendak tinggal di luar negeri, ada beberapa pilihan seperti di dorm, apartment, homestay, dll. Jangan lupa pesan ticket pesawat jauh hari sehingga tidak terlambat tiba di tempat tujuan.

Nah sekian dulu ya tips dari saya untuk mendapatkan beasiswa ke luar negeri. (IHW)




Selasa, 30 Januari 2018

10 Universitas terbaik di dunia 2018

                                          (sumber: QS)

Evaluasi yang dipergunakan untuk menetapkan 10 Universitas terbaik di dunia 2018 versi QS World University Rankings adalah

1.Kualitas akademis, ukuran yang digunakan adalah kualitas dari team pengajar di universitas bersangkutan dilihat dari segi pengajaran dan riset yang dilakukan.

2.Respon dari dunia kerja terhadap lulusan, dilihat seberapa baik respon yang diberikan oleh dunia kerja terhadap lulusan yang dihasilkan oleh universitas yang bersangkutan.

3.Rasio tenaga pengajar dan mahasiswa, penentuan kualitas pengajaran bisa dilihat dari perbandingan jumlah tenaga pengajar yang disiapkan di universitas yang bersangkutan dibandingkan dengan jumlah mahasiswa yang harus mereka ajar di kelas.

4.Jumlah citation dihasilkan per fakultas, selain kualitas pengajaran maka kualitas riset di suatu universitas juga menjadi alat ukur utama untuk menentukan ranking universitas yang bersangkutan. Digunakan jumlah citation dihasilkan per fakultas selama periode 5 tahun terakhir untuk mengevaluasi kualitas riset yang dilakukan oleh akademisi di universitas itu.

5.Rasio tenaga pengajar international dan mahasiswa international, untuk dapat menjadi universitas yang international maka diperlukan jumlah tenaga pengajar international dan jumlah mahasiswa international yang mengajar dan belajar di universitas bersangkutan. Semakin besar jumlah tenaga pengajar international dan semakin banyak jumlah mahasiswa international maka nilai nya akan semakin tinggi.

(IHW)

Senin, 22 Januari 2018

Apa yang menjadi pertimbangan untuk study ke luar negeri?

Kali ini saya membahas tentang faktor-faktor yang harus dipertimbangkan sebelum anda memutuskan untuk melanjutkan study ke luar negeri, tulisan ini dibuat karena banyak mahasiswa saya yang masih sering bimbang ketika harus menentukan study ke luar negeri.

Memang untuk seseorang yang belum pernah jauh dari keluarga, study ke luar negeri akan terasa cukup berat (saya juga merasakan hal ini ketika harus berangkat ke Australia untuk study lanjut), tetapi selain faktor emosional yang harus diatasi juga ada beberapa faktor teknis yang harus kita pahami sebelum kita memutuskan untuk memilih study di luar negeri.

1.Anda harus menentukan terlebih dahulu ke negara mana anda hendak belajar (negara yang popular untuk belajar saat ini adalah US, Canada, UK, Australia, New Zealand, Singapore). US, Canada dan UK sudah memiliki posisi sendiri sejak lama sebagai tempat tujuan belajar dari mahasiswa Indonesia (selain karena mutu pendidikannya yang tinggi, juga bahasa yang digunakan adalah bahasa English), Singapore adalah yang paling dekat dengan Indonesia, dan kultur maupun iklimnya tidak jauh beda dengan Indonesia. Australia dan New Zealand juga semakin banyak dijadikan tujuan untuk study oleh mahasiswa Indonesia (karena letaknya tidak jauh dari Indonesia, sedang kualitas pendidikan disana tidak kalah dengan US dan negara2x Eropa lainnya, iklim nya pun cukup bersahabat untuk mahasiswa Indonesia)

2.Tentukan jurusan apa yang anda hendak ambil, kalau anda sudah pasti jurusannya baru anda search universitas mana yang memiliki jurusan yang anda pilih tadi.

3.Periksa kurikulum dari jurusan yang anda hendak daftar, di luar negeri terkadang jurusan yang sama memiliki kurikulum yang berbeda. Nah kalau anda sudah punya bayangan hendak belajar apa di jurusan yang anda pilih, dengan sendirinya harus re-check kembali kurikulum mereka. Apakah pelajaran2x yang anda ingin pelajari tersedia di universitas tersebut (khususnya bagi calon mahasiswa S2 dan S3)

4.Bisa juga periksa faculty to students ratio nya, bila jumlah pengajar jauh dibawah jumlah pelajar nya. Bisa jadi nanti anda sulit untuk mendapatkan bimbingan yang intens dari dosen anda bila memerlukannya. Karena jumlah pelajar yang harus ditangani oleh seorang pengajar sangat banyak, sehingga akan banyak menyita waktunya. Ini akan terasa kalau anda mengambil jurusan yang mengutamakan riset terutama untuk program S2 dan S3

5.Periksa acceptance rate dari universitas bersangkutan. Biasanya semakin tinggi ranking universitas maka acceptance rate nya juga semakin rendah, karena ujian saringan masuknya pun akan semakin berat. Jadi jangan kecewa kalau sampai anda gagal, masih banyak universitas lain yang akan menerima anda.

6.Jumlah pelajar dalam satu kelas, ukuran ini juga perlu diperhatikan karena kalau dalam satu kelas terlalu banyak mahasiswa nya akan sulit untuk berkonsentrasi pada pelajaran, dosen yang mengajar pun biasanya kurang fokus pada mahasiswanya secara individual. Untuk pelajar dari luar negeri biasanya anda membutuhkan "perhatian" lebih dari pengajar terutama di semester2x pertama pada saat anda harus beradaptasi dengan lingkungan baru.

Sekian dulu tips untuk menentukan study ke luar negeri dari saya, sampai jumpa di lain kesempatan. (IHW)

Selasa, 16 Januari 2018

Apa arti dari warna paspor?

Tadi sehabis kelas saya berbincang-bincang sebentar dengan mahasiswa yang hendak pergi ke luar negeri untuk mengikuti program student exchange. Saya rasa perbincangan kami cukup menarik, karena dia mendadak bertanya kepada saya "sir .... kenapa warna paspor kita hijau ya?". Menarik bukan pertanyaannya.

Sepengetahuan saya, warna sampul paspor itu ada 4 macam. Perbedaan warna dapat digunakan sebagai alat identifikasi untuk mengetahui darimanakah pemegang paspor itu berasal.

Warna hijau, ini adalah warna paspor kita yang menjadi WN Indonesia. Warna hijau biasanya digunakan oleh negara-negara tertentu yang mayoritas penduduknya beragama muslim (Indonesia adalah negara yang berpenduduk muslim terbesar di dunia).

Warna biru, biasanya digunakan oleh negara2x yang masuk dalam kategory "bangsa-bangsa baru", contohnya adalah Amerika Serikat, Kanada, Australia, dsb. Bahkan sepengetahuan saya Uni Emirates (yang juga tergolong negara yang muda), juga menggunakan warna biru untuk sampul paspornya.

Warna merah, selain digunakan oleh banyak negara-negara di Europa, UK juga mempergunakan warna merah untuk paspor mereka, negara-negara yang berhaluan komunis juga pada umumnya menggunakan paspor berwarna merah ini.

Warna hitam, terakhir adalah paspor yang sampulnya hitam. Saya rasa pemegang paspor warna hitam ini sangat sedikit dibandingkan warna yang lainnya. Yang pernah saya ketemukan mempergunakan paspor warna hitam adalah dari negara New Zealand. Tetapi tentunya bukan hanya dari New Zealand saja karena pasti ada negara lain yang pakai paspor warna hitam.

Itulah arti warna sampul paspor kita. Hayo coba lihat lagi apa warna sampul paspor kalian! (IHW)

Senin, 15 Januari 2018

Jenis-jenis Visa

Bagi para mahasiswa yang hendak melanjutkan study ke luar negeri, dan sering bingung tentang visa apa yang harus dipegang. Ditulisan kali ini saya berikan beberapa contoh visa yang dikeluarkan di Indonesia menurut jenisnya

1.Visa turis, bila anda senang traveling ke luar negeri maka visa jenis ini yang anda butuhkan. Untuk pembuatannya harap dilakukan jauh hari sebelum tanggal keberangkatan anda ke luar negeri.

2.Visa on Arrival, visa ini dapat anda buat begitu tiba di negara tujuan. Visa ini hanya berlaku untuk negara-negara yang memiliki perjanjian khusus karena memiliki hubungan diplomatik yang baik.

3.Visa kerja, visa jenis ini memiliki masa kadaluwarsa yang cukup lama karenanya diperuntukkan bagi orang yang bekerja di luar negeri seperti para expatriate. Bila masa kadaluwarsanya tiba maka pemegang visa kerja harus balik dahulu ke negeri asal untuk perpanjangan visa.

4.Visa bisnis, diperuntukkan bagi pengusaha yang akan tinggal di negara tujuan dalam jangka waktu yang lama untuk suatu urusan bisnis di negara tersebut.

5.Visa pertukaran pelajar, visa ini diperuntukkan bagi siswa atau mahasiswa yang sedang mengikuti program students' exchange di suatu negara. Masa berlaku visa ini sesuai dengan periode dari program pertukaran pelajar tsb.

6.Visa pelajar, dengan visa jenis ini anda dapat tinggal lama di suatu negara dengan tujuan untuk study. Lamanya tinggal adalah sampai anda menyelesaikan study (termasuk masa liburan)

Demikianlah beberapa jenis visa yang diterbitkan di Indonesia.

Bagi mahasiswa yang penting adalah visa pelajar (bila anda mau study di negara lain) dan visa pertukaran pelajar (bila anda mengikut program pertukaran pelajar di luar negeri)

Ada mahasiswa yang menanyakan kalau untuk internship di luar negeri perlu visa yang mana?

Saya dapat info dari mahasiswa  saya yang magang (internship) di luar negeri, mereka memakai visa khusus untuk magang, jadi jangan sekali-kali anda magang di luar negeri pakai visa pertukaran pelajar apalagi visa turis ya. (IHW)


Minggu, 14 Januari 2018

Persiapan diri untuk study ke luar negeri

Banyak siswa saya belakangan ini menanyakan tentang persiapan apa saja yang harus mereka lakukan kalau mereka hendak melanjutkan study ke luar negeri. Mereka tanya hal ini ke saya karena mereka tahu saya mengambil S2 saya di luar negeri, tepatnya di benua kanguru Australia.

Sebetulnya banyak yang harus disiapkan untuk berangkat kuliah ke luar negeri, apalagi untuk mahasiswa-mahasiswi saya yang usianya relatif masih sangat muda.

Tetapi secara singkat dan sederhana, paling tidak ada 3 hal yang harus mereka persiapkan sebelum memutuskan untuk belajar di negeri orang

1.Persiapkan hati anda, ingat berkuliah di negeri seberang tidaklah sama dengan berkuliah di dalam negeri. Begitu banyak perbedaan budaya yang harus dihadapi pada saat mereka datang nanti. Bila mereka tidak siap kemungkinan besar mereka akan mengalami "goncangan budaya" yang sering juga disebut culture shock. Culture shock ini dapat mempengaruhi banyak aspek kehidupan mahasiswa yang sedang menimba ilmu di negeri orang, misalnya jadi malas belajar, tidak mau bergaul dengan orang yang tidak sebangsa, menutup diri, bahkan ada sampai yang mengalami sakit fisik. Nah kalau sudah begitu siapa yang rugi? Ya anda sendiri, ingat biaya kuliah dan biaya hidup di luar negeri tidaklah murah.

2.Konsisten dengan jurusan yang anda pilih, karena kalau anda gonta-ganti jurusan anda bukan saja rugi waktu tetapi juga rugi uang. Karena sekali lagi kuliah di luar negeri itu tidaklah murah. Makanya sebelum pergi ke luar untuk melanjutkan study, tetapkan pilihan jurusan dahulu. Jangan baru berpikir tentang jurusan setelah anda sampai di luar negeri, itu terlambat namanya. Ambilah jurusan yang anda rasa anda mampu dan menyukainya. Sekali-kali jangan pilih jurusan karena mengikuti teman-teman (ini banyak terjadi bahkan di jaman saya kuliah dulu)

3.Belajar mengatur keuangan dengan bijaksana. Ingat anda hidup di luar negeri harus pandai-pandai mengatur keuangan supaya tidak menjadi boros. Banyak godaan pada saat anda jauh dari orang tua, belajarlah untuk mencukupi kebutuhan hidup anda sehari-hari dengan dana yang dikirimkan oleh orang tua anda per bulannya. Kalau ada lebih jangan lupa untuk ditabung, mungkin akan berguna suatu saat nanti. Kalau ada kesempatan bekerja part-time, asal tidak mengganggu pelajaran, boleh anda ambil secukupnya. Lumayan loh honor nya per jam untuk mahasiswa international seperti anda.

Dicoba dulu tips ini, semoga sukses! (IHW)