Selasa, 30 Januari 2018

10 Universitas terbaik di dunia 2018

                                          (sumber: QS)

Evaluasi yang dipergunakan untuk menetapkan 10 Universitas terbaik di dunia 2018 versi QS World University Rankings adalah

1.Kualitas akademis, ukuran yang digunakan adalah kualitas dari team pengajar di universitas bersangkutan dilihat dari segi pengajaran dan riset yang dilakukan.

2.Respon dari dunia kerja terhadap lulusan, dilihat seberapa baik respon yang diberikan oleh dunia kerja terhadap lulusan yang dihasilkan oleh universitas yang bersangkutan.

3.Rasio tenaga pengajar dan mahasiswa, penentuan kualitas pengajaran bisa dilihat dari perbandingan jumlah tenaga pengajar yang disiapkan di universitas yang bersangkutan dibandingkan dengan jumlah mahasiswa yang harus mereka ajar di kelas.

4.Jumlah citation dihasilkan per fakultas, selain kualitas pengajaran maka kualitas riset di suatu universitas juga menjadi alat ukur utama untuk menentukan ranking universitas yang bersangkutan. Digunakan jumlah citation dihasilkan per fakultas selama periode 5 tahun terakhir untuk mengevaluasi kualitas riset yang dilakukan oleh akademisi di universitas itu.

5.Rasio tenaga pengajar international dan mahasiswa international, untuk dapat menjadi universitas yang international maka diperlukan jumlah tenaga pengajar international dan jumlah mahasiswa international yang mengajar dan belajar di universitas bersangkutan. Semakin besar jumlah tenaga pengajar international dan semakin banyak jumlah mahasiswa international maka nilai nya akan semakin tinggi.

(IHW)

Senin, 22 Januari 2018

Apa yang menjadi pertimbangan untuk study ke luar negeri?

Kali ini saya membahas tentang faktor-faktor yang harus dipertimbangkan sebelum anda memutuskan untuk melanjutkan study ke luar negeri, tulisan ini dibuat karena banyak mahasiswa saya yang masih sering bimbang ketika harus menentukan study ke luar negeri.

Memang untuk seseorang yang belum pernah jauh dari keluarga, study ke luar negeri akan terasa cukup berat (saya juga merasakan hal ini ketika harus berangkat ke Australia untuk study lanjut), tetapi selain faktor emosional yang harus diatasi juga ada beberapa faktor teknis yang harus kita pahami sebelum kita memutuskan untuk memilih study di luar negeri.

1.Anda harus menentukan terlebih dahulu ke negara mana anda hendak belajar (negara yang popular untuk belajar saat ini adalah US, Canada, UK, Australia, New Zealand, Singapore). US, Canada dan UK sudah memiliki posisi sendiri sejak lama sebagai tempat tujuan belajar dari mahasiswa Indonesia (selain karena mutu pendidikannya yang tinggi, juga bahasa yang digunakan adalah bahasa English), Singapore adalah yang paling dekat dengan Indonesia, dan kultur maupun iklimnya tidak jauh beda dengan Indonesia. Australia dan New Zealand juga semakin banyak dijadikan tujuan untuk study oleh mahasiswa Indonesia (karena letaknya tidak jauh dari Indonesia, sedang kualitas pendidikan disana tidak kalah dengan US dan negara2x Eropa lainnya, iklim nya pun cukup bersahabat untuk mahasiswa Indonesia)

2.Tentukan jurusan apa yang anda hendak ambil, kalau anda sudah pasti jurusannya baru anda search universitas mana yang memiliki jurusan yang anda pilih tadi.

3.Periksa kurikulum dari jurusan yang anda hendak daftar, di luar negeri terkadang jurusan yang sama memiliki kurikulum yang berbeda. Nah kalau anda sudah punya bayangan hendak belajar apa di jurusan yang anda pilih, dengan sendirinya harus re-check kembali kurikulum mereka. Apakah pelajaran2x yang anda ingin pelajari tersedia di universitas tersebut (khususnya bagi calon mahasiswa S2 dan S3)

4.Bisa juga periksa faculty to students ratio nya, bila jumlah pengajar jauh dibawah jumlah pelajar nya. Bisa jadi nanti anda sulit untuk mendapatkan bimbingan yang intens dari dosen anda bila memerlukannya. Karena jumlah pelajar yang harus ditangani oleh seorang pengajar sangat banyak, sehingga akan banyak menyita waktunya. Ini akan terasa kalau anda mengambil jurusan yang mengutamakan riset terutama untuk program S2 dan S3

5.Periksa acceptance rate dari universitas bersangkutan. Biasanya semakin tinggi ranking universitas maka acceptance rate nya juga semakin rendah, karena ujian saringan masuknya pun akan semakin berat. Jadi jangan kecewa kalau sampai anda gagal, masih banyak universitas lain yang akan menerima anda.

6.Jumlah pelajar dalam satu kelas, ukuran ini juga perlu diperhatikan karena kalau dalam satu kelas terlalu banyak mahasiswa nya akan sulit untuk berkonsentrasi pada pelajaran, dosen yang mengajar pun biasanya kurang fokus pada mahasiswanya secara individual. Untuk pelajar dari luar negeri biasanya anda membutuhkan "perhatian" lebih dari pengajar terutama di semester2x pertama pada saat anda harus beradaptasi dengan lingkungan baru.

Sekian dulu tips untuk menentukan study ke luar negeri dari saya, sampai jumpa di lain kesempatan. (IHW)

Selasa, 16 Januari 2018

Apa arti dari warna paspor?

Tadi sehabis kelas saya berbincang-bincang sebentar dengan mahasiswa yang hendak pergi ke luar negeri untuk mengikuti program student exchange. Saya rasa perbincangan kami cukup menarik, karena dia mendadak bertanya kepada saya "sir .... kenapa warna paspor kita hijau ya?". Menarik bukan pertanyaannya.

Sepengetahuan saya, warna sampul paspor itu ada 4 macam. Perbedaan warna dapat digunakan sebagai alat identifikasi untuk mengetahui darimanakah pemegang paspor itu berasal.

Warna hijau, ini adalah warna paspor kita yang menjadi WN Indonesia. Warna hijau biasanya digunakan oleh negara-negara tertentu yang mayoritas penduduknya beragama muslim (Indonesia adalah negara yang berpenduduk muslim terbesar di dunia).

Warna biru, biasanya digunakan oleh negara2x yang masuk dalam kategory "bangsa-bangsa baru", contohnya adalah Amerika Serikat, Kanada, Australia, dsb. Bahkan sepengetahuan saya Uni Emirates (yang juga tergolong negara yang muda), juga menggunakan warna biru untuk sampul paspornya.

Warna merah, selain digunakan oleh banyak negara-negara di Europa, UK juga mempergunakan warna merah untuk paspor mereka, negara-negara yang berhaluan komunis juga pada umumnya menggunakan paspor berwarna merah ini.

Warna hitam, terakhir adalah paspor yang sampulnya hitam. Saya rasa pemegang paspor warna hitam ini sangat sedikit dibandingkan warna yang lainnya. Yang pernah saya ketemukan mempergunakan paspor warna hitam adalah dari negara New Zealand. Tetapi tentunya bukan hanya dari New Zealand saja karena pasti ada negara lain yang pakai paspor warna hitam.

Itulah arti warna sampul paspor kita. Hayo coba lihat lagi apa warna sampul paspor kalian! (IHW)

Senin, 15 Januari 2018

Jenis-jenis Visa

Bagi para mahasiswa yang hendak melanjutkan study ke luar negeri, dan sering bingung tentang visa apa yang harus dipegang. Ditulisan kali ini saya berikan beberapa contoh visa yang dikeluarkan di Indonesia menurut jenisnya

1.Visa turis, bila anda senang traveling ke luar negeri maka visa jenis ini yang anda butuhkan. Untuk pembuatannya harap dilakukan jauh hari sebelum tanggal keberangkatan anda ke luar negeri.

2.Visa on Arrival, visa ini dapat anda buat begitu tiba di negara tujuan. Visa ini hanya berlaku untuk negara-negara yang memiliki perjanjian khusus karena memiliki hubungan diplomatik yang baik.

3.Visa kerja, visa jenis ini memiliki masa kadaluwarsa yang cukup lama karenanya diperuntukkan bagi orang yang bekerja di luar negeri seperti para expatriate. Bila masa kadaluwarsanya tiba maka pemegang visa kerja harus balik dahulu ke negeri asal untuk perpanjangan visa.

4.Visa bisnis, diperuntukkan bagi pengusaha yang akan tinggal di negara tujuan dalam jangka waktu yang lama untuk suatu urusan bisnis di negara tersebut.

5.Visa pertukaran pelajar, visa ini diperuntukkan bagi siswa atau mahasiswa yang sedang mengikuti program students' exchange di suatu negara. Masa berlaku visa ini sesuai dengan periode dari program pertukaran pelajar tsb.

6.Visa pelajar, dengan visa jenis ini anda dapat tinggal lama di suatu negara dengan tujuan untuk study. Lamanya tinggal adalah sampai anda menyelesaikan study (termasuk masa liburan)

Demikianlah beberapa jenis visa yang diterbitkan di Indonesia.

Bagi mahasiswa yang penting adalah visa pelajar (bila anda mau study di negara lain) dan visa pertukaran pelajar (bila anda mengikut program pertukaran pelajar di luar negeri)

Ada mahasiswa yang menanyakan kalau untuk internship di luar negeri perlu visa yang mana?

Saya dapat info dari mahasiswa  saya yang magang (internship) di luar negeri, mereka memakai visa khusus untuk magang, jadi jangan sekali-kali anda magang di luar negeri pakai visa pertukaran pelajar apalagi visa turis ya. (IHW)


Minggu, 14 Januari 2018

Persiapan diri untuk study ke luar negeri

Banyak siswa saya belakangan ini menanyakan tentang persiapan apa saja yang harus mereka lakukan kalau mereka hendak melanjutkan study ke luar negeri. Mereka tanya hal ini ke saya karena mereka tahu saya mengambil S2 saya di luar negeri, tepatnya di benua kanguru Australia.

Sebetulnya banyak yang harus disiapkan untuk berangkat kuliah ke luar negeri, apalagi untuk mahasiswa-mahasiswi saya yang usianya relatif masih sangat muda.

Tetapi secara singkat dan sederhana, paling tidak ada 3 hal yang harus mereka persiapkan sebelum memutuskan untuk belajar di negeri orang

1.Persiapkan hati anda, ingat berkuliah di negeri seberang tidaklah sama dengan berkuliah di dalam negeri. Begitu banyak perbedaan budaya yang harus dihadapi pada saat mereka datang nanti. Bila mereka tidak siap kemungkinan besar mereka akan mengalami "goncangan budaya" yang sering juga disebut culture shock. Culture shock ini dapat mempengaruhi banyak aspek kehidupan mahasiswa yang sedang menimba ilmu di negeri orang, misalnya jadi malas belajar, tidak mau bergaul dengan orang yang tidak sebangsa, menutup diri, bahkan ada sampai yang mengalami sakit fisik. Nah kalau sudah begitu siapa yang rugi? Ya anda sendiri, ingat biaya kuliah dan biaya hidup di luar negeri tidaklah murah.

2.Konsisten dengan jurusan yang anda pilih, karena kalau anda gonta-ganti jurusan anda bukan saja rugi waktu tetapi juga rugi uang. Karena sekali lagi kuliah di luar negeri itu tidaklah murah. Makanya sebelum pergi ke luar untuk melanjutkan study, tetapkan pilihan jurusan dahulu. Jangan baru berpikir tentang jurusan setelah anda sampai di luar negeri, itu terlambat namanya. Ambilah jurusan yang anda rasa anda mampu dan menyukainya. Sekali-kali jangan pilih jurusan karena mengikuti teman-teman (ini banyak terjadi bahkan di jaman saya kuliah dulu)

3.Belajar mengatur keuangan dengan bijaksana. Ingat anda hidup di luar negeri harus pandai-pandai mengatur keuangan supaya tidak menjadi boros. Banyak godaan pada saat anda jauh dari orang tua, belajarlah untuk mencukupi kebutuhan hidup anda sehari-hari dengan dana yang dikirimkan oleh orang tua anda per bulannya. Kalau ada lebih jangan lupa untuk ditabung, mungkin akan berguna suatu saat nanti. Kalau ada kesempatan bekerja part-time, asal tidak mengganggu pelajaran, boleh anda ambil secukupnya. Lumayan loh honor nya per jam untuk mahasiswa international seperti anda.

Dicoba dulu tips ini, semoga sukses! (IHW)